Sifat Negatif Yang Membuat Aura Wajah Pudar

Sifat Negatif Yang Membuat Aura Wajah Pudar – Berbicara tentang aura wajah maka kita bisa kembali membuka lembaran arsip blog ini, namun jika anda malas untuk membuka mari kita segarkan ingatan kita sejenak. Aura wajah adalah sinar yang keluar dari wajah kita yang membuat pemilik dan juga orang disekitarnya merasa nyaman. Bisa jadi seseorang yang memiliki aura wajah cantik dan berwibawa serta di segani kawan maupun lawan. Namun berjalannya waktu aura wajah walaupun secara teori tidak mempunyai pantangan tetapi gaya hidup seseorang akan sangat berppengaruh terhadap aura wajah kita. Dan sebagai Muslim biasanya aura wajah dikaitkan dengan ibadah kita dalam kesehariannya.

Namanya hidup bersosialisasi tak luput dari efek negatif , termasuk kebiasaan kita yang sangat merugikan aura wajah kita, terlihat redup dan hitam seperti awan yang lagi mendung. Dan sifat itu adalah;

  1. Berbohong

Jika kita berbohong satu kali maka kebohongan itu akan berlanjut untuk menutupi kebohongan yang lain. ibarat virus kebohongan adalah musuh utama dari Aura wajah. Semakin banyak kita berbohong walaupun itu kecil  pasti akan merusak ctra aura wajah dan juga menghanguskannya.

  1. Berkhianat

Adalah salah satu faktor utama seseorang kehilangan ilmu ini, selain akan dijauhi dalam kehidupan dan rejeki ,  pasti berkhianat kelak akan menimpa diri kita juga. Siapa yang menananm pasti menuai.

  1. Berdosa

Siapapun manusia didunia pasti berdosa tetapi dosa dosa yang besar akan membuat aura negatif lebih dominan ketimbang aura positif .Hal ini dikarenakan beban dosa dan juga beratnya siksa yang akan diterima nanti terpancar di wajah kita.

  1. Makan makanan Haram

Dan salah satu sifat yang berkaitan dengan makanan adalah suka mengkonsumsi makanan haram akan membuat buyar aura positif dalam tubuh kita dan sangat tidak dianjurkan untuk menghindari makanan haram.

Dan masih banyak lagi, apapun hal ataupun sifat yang diutarakan diatas semata mata untuk membatasi tingkah laku manusia agar tidak terjerumus dalam dosa dan juga kemusyrikan.