Membuang Kesialan dengan ruwatan Keberuntungan

Kita sering mengalami pasang surut dalam kehidupan ini, seperti keberuntungan yang menjadi hal yang misterius. Banyak yang mengeluh bahwa dirinya selalu diiringi dengan kesialan, seperti mencari rezeki selalu bermasalah, dalam mencari pasangan selalu gagal, seakan – akan takdir dalam hidup ini tidak adil. Jika anda sedang merasakan posisi seperti ini, janganlah menyerah semua itu memang sudah takdir tuhan yang harus anda yakini bahwa dibalik semua cobaan pasti ada kebahagiaa yang nantinya anda menikmatinya, tergantung kita jika sabar dalam menjalani segala cobaan ini pasti allah akan membalas kesabaran kita dengan hal yang baik, namun jika sebaliknya allah akan mengurangi/ menghilangkan nikmat kita .

Terlepas dari urusan takdir, keberhasilan lebih berpihak pada orang yang mendekati keberuntungan. Karena itu orang yang merasa kurang beruntung, berupaya menempuh berbagai cara, termasuk diantaranya adalah ikhtiar batin.misalnya dengan berdoa, berpuasa, dan melakukan ruwatan yang diyakini mampu menghilangkan banyak hal yang menyebabkan keberuntungan .

Menghilagkan kesialan dan mendatangkan keberuntungan harus dilakukan dengan sesuatu yang diyakini. Seperti orang jawa menghilangkan kesialan atau ehergi negatif dan sengkala dengan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dan memotong rambut. Sedangkan para santri lebih yakin dengan ritual semacam puasa, berdoa dan bersedekah. Bahkan dalam upaya membuang sial dan meraih keberuntungan itu ada juga yang memilih dengan cara merubah posisi rumah atau usahanya yang diyakini dapat membawa keberuntungan.

Terapi jawa

Membuang kesialan dengan meyakini para leluhur pada zaman dahulu ( kejawen ) biasanya dengan cara melakukan puasa weton, yaitu puasa yang dilakukan pada hari weton menurut kalender jawa. Misalnya weton anda jum’at legi maka setiap jum’at legi melaksanakan puasa. Bagi yang mampu meningkatkan dengan puasa apit weton, cara melakukankan puasa selama tiga hari sebelum hari kelahiran, tepat hari kelahiran, dan sesudah hari kelahiran. Dalam berpuasa weton atau apit weton masih ada tambahan ritual apabila dilakukan akan menambah manfaat dalan puasa.

Seperti tidak tidur sore, tidurlah setelah tengah malam. Pada saat berbuka dan sahur meninggalkan makanan yang mengandung nyawa seperti daging, susu, keju dll. Mengasingkan diri untuk memusatkan perhatiannya kepada allah swt, memperbanyak dzikir dan berdoa.

Menurut para leluhur jawa, insyaallah segala hajat akan diraih dengan rajin melakukan puasa weton, maupun apit weton, baik hajat yang berkaitan dengan ilmu, jodoh, kekayaan, kesuksesan, dan ketentraman

Terapi santri

Cara membuang sial yang kedua ini adalah buang terapi ala santri. Caranya jauh lebih sederhana, namun terkadang berat jika mengamalkannya secara rutin, yaitu, melakukan perbuatan yang baik secara istikomah, walau itu perbuatan yang kecil.
Semisal, pada hari Jum’at bersedekah. Walau jumlahnya hanya Rp. 1.000,- Ada yang rutin membaca Surat Yasin, Waqiah, melakukan puasa sunnah Senin–Kamis, bershalawat kepada Nabi, dan itu dilakukan setiap hari, dengan tetap menjaga kerutinan dan keutuhannya, termasuk dalam jumlah yang harus diselesaikannya

Melakukan kebajikan secara rutin atau istiqomah mencerminkan kesungguhan hati dan dapat mengantarkan seseorang pada tingkat karomah (kemuliaan). Perbuatan itu termasuk yang disukai oleh Allah SWT.
Dalam hadis Nabi SAW bersabda: Allah sangat senang kepada seorang hamba yang bila bekerja ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dan amal perbuatan yang disenangi Allah adalah yang dilakukan terus-menerus sekalipun kecil (sedikit).”
Banyak orang mencapai keberkahan hidup dan ketika ditanya apakah rahasia sukses yang dipegangnya, ia menjawab: Aku melakukan suatu amalan secara istiqomah. Nah, jika Anda ingin didekati keberuntungan dan dijauhi kesialan, silakan penjelasan ini dikembangkan sendiri. Apakah anda (hanya) mengamalkan sedekah, walau sedikit namun rutin, membaca shalawat Nabi dengan jumlah yang rutin, atau kebajikan lain yang anda yakin dapat merutinkannya.