Ilmu Jawa Kuno Pembuka Aura Ketampanan, Ajian Panji Anom

Ilmu Jawa Kuno Pembuka Aura Ketampanan, Ajian Panji Anom – Pada jaman dahulu kala, ajian panji anom banyak digunakan oleh para kalangan Kerajaan dalam hal pengasihan. Para Raja dan Pangeran di jaman Kerajaan Mataram Kuno sudah pasti mengamalkan Ajian Panji Anom agar nampak awet muda, beraura dan nampak berwibawa. Tak heran bila jaman dahulu para Raja dan Pangeran memiliki banyak istri dan selir. Ajian panji anom termasuk dalam ilmu Jawa kuno yang mengandung energi pengasihan tingkat tinggi.

Ilmu Jawa Kuno yang mengandung Ajian pengasihan tingkat tinggi  ini bisa menjadi solusi bagi anda, para pria yang ingin memikat banyak wanita, nampak awet muda gagah dan perkasa. Aktifnya aura ketampanan adalah efek dari menyatunya energi Panji Anom dengan diri anda. Sesuai dengan nama ajian tersebut yaitu Panji Anom yang mana dalam bahasa Indonesia Panji berarti Pria atau Laki-laki sedangkan Anom memiliki arti Muda. Jadi siapa saja yang mampu menguasai ajian ini akan nampak tampan dan awet muda.

Khasiat Ajian Panji Anom

Adapun khasiat dari Ajian Ilmu Jawa Kuno ini antara lain ;

Apabila anda mampu menguasai Ajian ini dengan baik, anda akan mengalami :

  1. Membuka dan memancarkan aura dalam diri anda secara alami sehingga nampak lebih tampan
  2. Membuat wajah nampak segar, berseri dan lebih cerah
  3. Membuang aura negatif yang ada di sekitar anda
  4. Menampakkan kharisma dan kewibawaan anda
  5. Meningkatkan rasa kepercayaan diri anda sebagai seorang pria sejati
  6. Memperlambat proses penuaan sehingga anda nampak awet muda
  7. Siapapun wanita yang melihat anda akan terpesona
  8. Wanita yang anda kirimi ajian ini akan tergila-gila pada anda
  9. Orang yang baru kenal anda akan merasa tertarik oleh pesona anda
  10. Meningkatkan daya tarik alami dalam diri anda
  11. Anda mudah sekali mendapatkan wanita yang anda idamkan

Ilmu Jawa Kuno yang satu ini bisa dipelajari oleh pria mana saja. Adapun syarat keberhasilan dari ajian ini adalah YAKIN dan MANTAP dalam mempelajarinya serta digunakan dalam hal positif saja. Tanpa pantangan dan menggunakan mantra kejawen yang tidak melanggar syariat AGAMA manapun karena mantra kejawen ini memiliki makna sebuah permintaan kepada Tuhan YME.