Gerhana Matahari Total dan Mitosnya Bagi Para Ibu Hamil

Gerhana matahari sedang marak dicari oleh orang-orang karena seperti kabar yang beredar bahwa bulan maret tepatnya tanggal 9 akan terjadi gerhana matahari total. Secara ilmiah, gerhana matahari dapat terjadi akibat letak bumi, matahari dan bulan berada pada satu garis lintasan. Kondisi ini membuat cahaya matahari tertutup oleh bulan. Uniknya, gerhana matahari yang berlangsung kali ini bertepatan dengan titik equinox matahari dan termasuk peristiwa astronomi yang langka.

Dan Berikut ke – 5 Mitos Tentang Gerhana Matahari

Penantian peristiwa ini membuat orang sibuk mencari informasi tentang gerhana matahari. Dan berikut mitos tentang gerhana matahari yang perlu anda ketahui :

  1. Matahari dimakan Naga (Mitos China Kuno)

Di era china kuno, ada cerita yang mengatakan bahwa gerhana matahari dapat terjadi karena adanya seekor naga yang memakan matahari. Mitos ini telah lama dipercayai orang karena telah mendarah daging selama 4.000 tahun lamanya. Ditambah lagi ada mitos yang mengatakan bahwa prajurit China jaman dahulu menambahkan meriam ke arah matahari. Hal ini dilakukan agar matahari bisa kembali bersinar dan menerangi Bumi kembali. Oleh karena itu warga china selalu membunyikan petasan setiap terjadi gerhana matahari.

  1. Perang antara Dewa Matahari dan Ular (Mitos Mesir Kuno)

Menurut warga Mesir Kuno, matahari merupakan unsur paling penting dalam kehidupan. Nama Dewa Matahari pada waktu itu adalah Ra, dimana sosok Ra digambarkan sebagai manusia berkepala Elang. Ra memimpin sebuah perahu dan diisi dengan pasukan para Dewa untuk melintasi langit. Ra sebagai Dewa Langit selalu memberikan cahaya dalam melintasi perjalanannya. Namun, di tengah perjalanannya mengantarkan para Dewa Ra diganggu oleh seekor ular bernama Apep. Rakyat Mesir percaya bahwa Apep berusaha menghalangi Ra. Dan jika pertarungan antara keduanya terjadi maka gerhana matahari pun akan terjadi.

  1. Gerhana Matahari Pembawa Racun (Mitos Orang Jepang)

Jika orang beranggapan bahwa gerhana matahari sangat membahayakan, berbeda dengan orang Jepang dimana mereka beranggapan bahwa gerhana matahari bisa membawa racun bagi air di Bumi. Gerhana Matahari diibaratkan sebagai wabah yang bisa menyebarkan penyakit bagi siapapun. Matahari yang tertutup sesaat diyakini sebagai peristiwa penyebaran racun bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu orang Jepang menutup rapat sumur-sumur mereka saat terjadi gerhana matahari agar sumur mereka tidak terkontaminasi oleh racun tersebut.

  1. Matahari dimakan Setan (Mitos orang India)

Mitos gerhana matahari yang terjadi di India terjadi di era modern, dimana orang percaya bahwa gerhana matahari terjadi karena matahari dimakan oleh setan atau iblis. Dalam mitos orang Hindu, ada dua iblis bernama Rahu dan Ketu yang menelan matahari sehingga terjadi gerhana. Wanita hamil dilarang keluar rumah saat gerhana terjadi karena ditakutkan anak yang dikandung akan menderita cacat. Untuk mengurangi efek negatifnya, orang hamil disarankan untuk terus berdoa dan mandi ritual selama gerhana matahari berlangsung.

  1. Matahari dimakan Batara Kala (Mitos orang Jawa)

Dalam masyarakat Jawa, gerhana matahari diyakini karena akibat ulah dari Batara Kala yang memakan matahari. Batara kala dan Rahu sangat dendam pada Sang Surya atau Dewa Matahari, hal inilah yang membuatnya memakan matahari tersebut hingga terjadi gerhana. Bagi masyarakat Jawa, gerhana matahari harus dihindari oleh wanita hamil dan juga anak-anaka kecil. Dan disarankan ketika gerhana matahari terjadi mereka harus mengunci diri dalam rumah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Anda boleh percaya boleh tidak dengan mitos tersebut namun dianjurkan anda tetap memegang teguh apa yang telah menjadi adat di masyarakat kita terutama masyarakat Jawa. Meski belum tentu benar, mitos ini mungkin ada baiknya juga demi wanita hamil dan juga anak-anak kecil.